AL-INSYIQAQ 84
Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (1-5)
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Ali ibnul Husain, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Apabila hari kiamat terjadi, Allah menghamparkan bumi menjadi rata seperti selembar kulit dihamparkan, sehingga tiada tempat lagi bagi seorang manusia kecuali hanya tempat bagi kedua telapakkakinya (karena semua makhluk pada hari itu telah dibangkitkan). Maka aku adalah orang yang mula-mula dipanggil, sedangkan Jibril berada di sebelah kanan Tuhan Yang Maha Pemurah. Demi Allah, aku belum pernah melihat-Nya sebelum itu, dan aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya malaikat ini (Jibril) telah memberitakan kepadaku bahwa Engkau telah mengutusnya kepadaku.” Allah Swt. berfirman, "Dia benar.” Kemudian aku memohon syafaat dan aku katakan, "Ya Tuhanku, tolonglah hamba-hamba-Mu yang menyembah-Mu di berbagai penjuru bumi.”
Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (6)
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, dari Al-Hasan ibnu Abu Ja'far, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Jibril berkata, "Hai Muhammad, hiduplah kamu sesukamu, maka sesungguhnya kamu bakal mati. Dan sukailah apa yang engkau inginkan, maka sesungguhnya engkau akan meninggalkannya.( DUNIAWI) Dan beramallah sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan menjumpai (balasan)nya.(AKHIRAT)”
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (7-9)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abdullah ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang diperiksa dengan teliti dalam hisab, berarti ia disiksa
Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, "Celakalah aku.” Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. (1-15)
Yang menerima kitab dari belakang dulu didunia mereka bersama kaumnya kafir, tidak beriman kepada ALLAH. Mereka mendustakan Hari Pembalasan. Padahal setiap perbuatan mereka dicatat.
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dan demi malam dan apa yang diselubunginya,
Sumpah ini merujuk kepada kejahatan, kemaksiatan, perbuatan dosa, kezaliman yang didokong oleh syaitan Laknatullah, yang mendorong manusia kepada kesesatan.
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di petang hari (waktu senja), maka tahanlah anak-anak kalian, kerana sesungguhnya ketika itu syaitan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, kerana sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula bekas minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekadar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian! ” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Qayyim Al Jauzi berkata, senja ialah waktu yang paling disukai syaitan. Pergerakan syaitan pada malam hari lebih hebat berbanding di siang hari. Sebab kegelapan malam memberikan kekuatan kepada mereka.
dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). (18-19)
Manusia akan melalui tingkat demi tingkat dalam kehidupan, keadaan demi keadaan, peringkat demi peringkat. Bayi, Kanak-kanak, Remaja, Dewasa, Tua. Masa senang dan Masa Susah. Didalam konteks ini menekankan, Masa Kegelapan (tidak beriman, berbuat dosa, kemaksiatan, kezaliman, kebuntuan, kesukaran, kejahilan) dan Masa Terang/Nabi s.a.w diibaratkan bagai cahaya bulan purnama (bermaksud Allah datangkan pertolongan, petunjuk, jalan keluar).
Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). (20-22)
Mengapa tidak mau beriman. Setelah Allah selamatkan mereka dari kesusahan/kejahilan yang mereka alami. Malah apabila Al- Quran (petunjuk yang jelas) dibacakan mereka tidak mengikutinya/beramal dengannya/membenarkannya. Malah mendustakannya. Langit dan Bumi pun patuh pada perintah ALLAH (ayat 2,5), manusia mengingkari Nya.
Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih. Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.(23-25)

No comments:
Post a Comment