Friday, September 24, 2021

TAFSIR AL BAQARAH 246-253 :: WATAK WATAK AKHIR ZAMAN

WATAK-WATAK AKHIR ZAMAN

Assalamualaikum. Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Apa yang Allah ilhamkan kepada saya, Al Quran adalah cahaya petunjuk kepada umat Nabi Muhammad s.a.w sehingga ke akhir zaman. Al Quran bukan buku cerita, bukan juga syair yang sekadar untuk dibaca dan diambil hikmahnya. Apa yang dicatat Al Quran benar benar cahaya petunjuk akan permasalahan yang dihadapi umat Nabi Muhammad s.a.w sehingga ke akhir zaman. Disana tercatat 3 watak penting Akhir Zaman, dalam surah Al Baqarah ayat 253:

(253) Rasul-rasul (para utusan) itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajatDan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.\

  1. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia)= Pemuda Bani Tamim yang dari keturunan yang dicampur-campur, namun kebesaran pemuda ini disandar kepada Datuknya Nabi Allah Musa a.s.
  2. Dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat = Pemuda Bani Hasyim atau Imam Mahdi, kebesaran pemuda ini disandar kepada Datuknya Nabi Allah Muhammad s.a.w
  3.  Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus= Jelas merujuk kepada Nabi Isa a.s

THALUT DAN BALA TENTERANYA

Sebelum kisah Thalut ini saya jelaskan. Terlebih dahulu saya ingin menekankan sekali lagi, Al Quran adalah cahaya petunjuk kepada permasalahan umat Nabi Muhammad s.a.w sehingga ke akhir zaman. Kisah Thalut, bukanlah hanya satu sejarah untuk dibaca. Ia adalah peristiwa yang benar benar dihadapi dalam tempoh masa diantara Nabi Muhammad s.a.w sehingga ke akhir zaman.

Kisahnya sama, Cuma watak-wataknya dipegang oleh orang  yang berbeza. Iaitu

  • 1.       Nabi Samuel= Pemuda Bani Tamim, Nusantara
  • 2.       Raja Thalut= Imam Mahdi, Jazirah Arab
  • 3.       Nabi Dawud= Nabi Isa a.s, Bumi Syams
  • 4.     Nabi Sulaiman= Al Qahtany ( dari jalur Hassan Al Banna Ikhwanul Muslimin dan Syeikh Ahmad Yaasin Hamas, bergembiralah wahai tentera tentera Allah, telah hampir kemenangan yang gilang gemilang yang dijanjikan, bergembiralah wahai hamba hamba Allah, ini waktunya darah dan air mata kamu dibalas dengan kebaikkan dari tuhan Allah yang Esa )

Selanjutnya kisah Raja Thalut dan bala tenteranya. Dikisahkan, Bani Israil meminta kepada Nabi Allah Samuel agar mengangkat satu raja untuk memimpin perang melawan Jalut yang zalim. Maka Allah Ta'ala memilih Thalut untuk menundukkan Jalut (Dajjal dan sekutunya). Thalut adalah seorang raja beriman pemimpin Bani Israil. Raja Thalut menggerakkan Bani Israil dengan pasukannya yang kuat untuk melawan Raja Jalut yang zalim. Dalam pertempuran itu Raja Thalut ditemani seorang anak muda bernama Daud yang akhirnya diangkat menjadi raja setelah mengalahkan Jalut. Ada pelajaran berharga dari kisah Raja Thalut melawan Jalut tersebut.

 
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an
Artinya:

(246) Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: ‘Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.’ Nabi mereka menjawab: ‘Jangan-jangan jika berperang diwajibkan ke atasmu, kamu tidak akan berperang juga’ Mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami.’ Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Mahamengetahui orang-orang yang zalim.” 

(247) Nabi mereka mengatakan kepada mereka:” Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab,” Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata,” Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahunya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.

Ayat 247 ini menjelaskan, bahwa Allah sebenarnya telah menunjuk Thalut sebagai pemimpin Bani Israil. Mereka sebenarnya telah lama mengharapkan seorang figur pemimpin sekaligus menjadi komando perang. Semangat perang telah mereka kobarkan sejak dirasakan bahwa keadaan semakin terpuruk di bawah jajahan musuh-musuh mereka. Di sini Sayyid Qutub menjelaskan bahwa ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh Bani Israil ketika menolak Thalut sebagai pemimpin mereka.

Sebagaimana mereka membantah apa yang telah dipilihkan oleh nabi mereka. Padahal itu adalah pilihan Allah. Ada beberapa alasan mengapa mereka menolak Thalut sebagai pemimpin mereka. Pertama, Thalut itu tidak berhak untuk menjadi pemimpin mereka karena mereka merasa lebih berhak terhadap kekuasaan itu. Kedua, Thalut itu bukan dari keturunan bangsawan. Ketiga, Thalut adalah orang miskin dan tidak memiliki kekayaan yang melimpah, sehingga tidak mungkin menjadi pemimpin dan mewarisi kekuasaan itu. Semua itu dikarenakan kegelapan pandangan mereka yang sudah menjadi sifat Bani Israel yang terkenal suka membankang dan mendustakan para rasul.

Mendengar alasan ini maka nabi mereka mengungkapkan tentang kelebihan Thalut dalam kepemimpinan dan hikmahnya. Mereka tidak mengetahui rahasia Allah memilih Thalut sebagai pemimpin mereka. Maka perlu dijelaskan tentang kelebihan Thalut atas kekuasaan itu. Sayyid Quttub menjelaskan bahwa “Thalut adalah orang yang telah dipilih oleh Allah. Ada beberapa kelebihan yang diberikan kepadanya Thalut, iaitu ilmu yang luas dan tubuh yang gagah perkasa. Pada sisi lain , “Allah memberikan pemerintahan (kekuasaan) kepada siapa yang dikenhendaki-Nya.” Karena Allahlah pemilik kekuasaan itu, maka Allah berhak memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. ,”Allah Maha luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui”. Dialah yang mengetahui kebaikan dan bagaimana urusan itu diletakkan pada tempatnya.

SIMPUL AKHIR ZAMAN: DISISI PEMUDA TAMIM LAH PENGETAHUAN TENTANG SIAPAKAH KHALIFAH AKHIR ZAMAN. KERANA DIA DIBERITAKAN OLEH UTUSAN NYA.

Untuk menyakinkan Bani Israel yang suka membankang itu, Maka harus ada suatu hal luar biasa yang dapat menggoncang hati mereka dan mengembalikan kepercayaan dan keyakinan mereka. Pada ayat selanjutnya:

(248) Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

Dalam ayat tersebut dijelaskan ada hal yang membuktikan bahwa Thalut itu adalah pemimpin yang telah dipilih oleh Allah untuk mereka. Hal itu diungkapkan oleh nabi mereka. Tanda itu adalah berupa tabut yang didalamnya terdapat sisa peningalan keluarga Musa dan Harun a.s. Maka hal yang luar biasa itu benar-benar membuat Bani Israel sampai kepada keyakinan, sehingga Thalut diterima sebagai pemimpin mereka.

SIMPUL AKHIR ZAMAN: TENGGELAMNYA PASUKKAN AS SUFYANI DI AL BAIDAK

Kemudian, Thalut mempersiapkan tenteranya yang tidak berpaling dari kewajiban jihad dan tidak merusak janjinya kepada nabi mereka sejak awal perjalanannya untuk ikut bersamanya menghadapi musuh.

(249) Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata,” tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata,” Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Setelah Thalut diterima sebagai pemimpin maka segera mempersiapkan tentaranya untuk berperang. Dalam perjalanan nanti Allah akan menguji keteguhan dan semangat tentara Thalut. Ujian itu dilakukan ketika melewati sebuah sungai. Untuk menghadapi tentara musuh yang kekuatannya jauh lebih besar diperlukan iaitu kekuatan yang tersimpan di dalam jiwa tenteranya.

Kekuaatan yang tersimpan di dalam jiwa itu tidak lain adalah iradah ( kemauan, tekad, kehendak ), yaitu iradah yang dapat mengendalikan syahwat dan keinginan, yang tegar menghadapi kesulitan dan penderitaan, yang mampu mengungguli semua kebutuhan dan keperluan, yang lebih mengutamakan ketaatan dan mengemban tugas-tugas dan tanggung jawabnya sehingga mampu melewati ujian demi ujian.

Sebagai pemimpin, Thalut harus menguji iradah tentaranya, ketabahan dan kesabarannya. Pertama, ketabahan menghadapi godaan keinginan dan hawa nafsu. Kedua, sabar menghadapi kesulitan dan beban berat. Ujian ini diberikan ketika mereka (tentara Thalut) sedang kehausan, dengan maksud untuk mengetahui siapa orang yang sabar bersamanya dan siapa orang yang akan surut ke belakang dan lebih mengutamakan keselamatan dirinya. “kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang diantara mereka”.

Sayyid Qutub menjelaskan bahwa ketika melewati sungai, Thalut hanya memperbolehkan mereka minum seciduk tangan saja untuk membasahi tenggorokan. Mereka yang minum banyak, berarti mereka hanya mengikuti hawa nafsunya, sehingga mereka harus berpisah karena tidak layak mengemban tugas penting yang dibebankan ke bahu Thalut dan tentaranya. Sedangkan mereka yang minum hanya seciduk tangan adalah mereka yang dapat mengendalikan diri dan teguh imannya. Thalut tidak membutuhkan tentara yang banyak tetapi tidak mempunyai keteguhan hati. Yang diperlukan adalah tentara yang memiliki kemauan yang mantap, iman yang teguh dan konsisten di atas jalan yang lurus.

Ujian ini menunjukkan bahwa niat yang tersembunyi di dalam hati itu belum cukup. Maka yang penting adalah praktik dalam bentuk tindakan nyata. Maka diperlukan ujian untuk menguji keteguhan hati mereka sebelum terjun ke kancah peperangan. Dengan adanya ujian ini akan membuktikan ketegaran hati pemimpin terpilih yang tidak goncang hatinya dan kecil nyalinya, meskipun sebagian besar tentaranya surut ke belakang pada ujian pertama Thalut tetap melanjutkan perjalanannya menuju kancah peperangan.

Mereka merasa lemah dan takut menghadapi musuh-musuh yang dipimpin oleh Jalut, karena mereka melihat kekuatan lawan lebih besar.

SIMPUL AKHIR ZAMAN: PADA FAHAMAN SAYA, UJIAN YANG AKAN MENIMPA TENTERA IMAM MAHDI ADALAH , KERINGNYA SUNGAI EUPHRATES YANG MENAMPAKKAN KHAZANAHNYA. DAN IMAM MAHDI ADALAH AL SAFFAH YANG DISEBUT DALAM SATU HADIS, IAITU ORANG YANG MENAPIS PASUKKAN BALA TENTERANYA

Setelah melewati ujian pertama, maka tentara Thalut tinggal sedikit, yang nantinya akan menghadapi musuh-musuh dengan jumlah lebih besar yang dipimpin oleh Jalut. Sayyid Qutub menjelaskan bahwa, “tidak beerti jumlah yang kecil ini berkekuatan lemah. Justru tentara yang berjumlah sedikit ini sudah teruji kekuatannya. Mereka yakin akan pertolongan Allah dan semua kekuatan yang diberikan Allah kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah akan senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar dan beriman kepada-Nya”.

Kekuatan yang tampak tidak menjamin bahwa kekuatan lahir yang jumlahnya lebih besar itu justru tidak kelihatan . Kekuatan yang sesungguhnya adalah yang tersimpan dalam jiwa dan hanya dimiliki oleh orang yang sempurna imannya dan selalu menjalin hubungan dengan Allah.

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa ada dua golongan yaitu golongan sedikit dan golongan banyak. Golongan sedikit adalah golongan yang beriman kepada Allah, dan golongan yang banyak adalah golongan yang zalim. Mereka yakin meskipun sedikit jumlahnya pasti akan menang dengan izin Allah, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.

Sayyid Qutub menjelaskan bahwa “ketika Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, kemudian Thalut dan tentaranya berdoa ”Ya Tuhan kami tuangkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah hati dan pendirian kami dan tolonglah kami dari orang-orang kafir”. Maka Allah mengabulkan doa mereka yang akhirnya menang atas musuh-musuh mereka”. Hal ini tercantum dalam ayat 250 al baqarah

(250) Tatkala mereka tampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdoa,” Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.

(251) Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalkan Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Berkat pertolongan Allah, akhirnya tentara Thalut yang menentukan akhir peperangan, setelah terus menerus memperbaharui dan mengukuhkan janjinya kepada Allah, menghadapkan hati kepada-Nya, dan memohon pertolongan-Nya saja ketika mereka sedang mengahadapi musuh dengan kekuatan yang besar dan menakutkan. Mereka hanya mampu berdoa, karena mereka tidak memiliki kekuasaan terhadap sesuatu pun, tidak mempunyai daya dan kekuatan. Akan tetapi Allah memilih mereka melaksanakan kehendak-Nya. Dan memenangkan Thalut dan bala tenteranya ke atas Jalut melalui Nabi Daud a.s yang Berjaya membunuh Jalut dengan balingan batu.

Sayyid Qutub mengemukakan pendapatnya tentang kemenangan yang diperoleh Thalut dan tentaranya tidak hanya sebatas kemenangan atas peperangan keatas  Jalut dan bala tenteranya, tetapi kemenangan akhir adalah kemenangan atas akidah yang mantap dan bukan kekuatan material, bagi iradah yang luhur dan bukan untuk bilangan yang banyak. Pada waktu itu dinyatakan bahwa tujuan tertinggi peperangan itu bukan untuk mendapatkan harta rampasan, kedudukan, populariti, tetapi kehendak mewujudkan kesolehan di muka bumi dan untuk memantapkan kebaikan dalam berjuang menghadapi kejahatan.

Setelah Thalut meninggal maka pemerintahan berada di tangan Daud. Allah juga memberikan hikmah berupa kenabian dan ajaran yang penting untuk Daud dan Bani Israil dalam kehidupan di muka bumi.

SIMPUL AKHIR ZAMAN: KHABAR GEMBIRA, UMAT ISLAM AKHIR ZAMAN AKAN MENDAPAT KEMENANGAN GILANG GEMILANG MELALUI IMAM MAHDI, DAJJAL DIBUNUH NABI ISA A.S DAN KEMBALINYA KERAJAAN SULAIMAN (AL QAHTANY). KEDATANGAN IMAM MAHDI BUKAN SAHAJA UNTUK MEMBANTU UMAT ISLAM MENGALAHKAN MUSUH MUSUH ALLAH, KAUM KAFIR YANG DILAKNAT, MENGEMBALIKAN AL AQSA KEPADA UMAT ISLAM. TETAPI JUGA UNTUK MENEGAKKAN KALIMAH TAUHID DI ATAS MUKA BUMI INI. BIIZNILLAH.

Dengan turunnya ILham ini, maka semakin hampir waktunya kedatangan Imam Mahdi. Ini adalah berita paling gembira yang sampai kepada umat Islam yang sekian lama telah menunggu kedatangan Imam Mahdi. Dan sekali lagi ingin saya berpesan, berhati-hatilah dengan apa yang ada di Sungai Euphrates. Kerana itulah yang akan mengolongkan para pejuang samada benar benar beriman atau tidak. Dan akhir kalam, diucapkan: 

SELAMAT DATANG KEPADA IMAM AKHIR ZAMAN, KHALIFAH ALLAH IMAM MAHDI


No comments:

Post a Comment

NO