Tuesday, September 21, 2021

AKHLAK BAIK

 

1)      AKHLAK BAIK

Dan mereka diberi petunjuk kepada mengucapkan kata-kata yang baik, serta diberi petunjuk ke jalan Allah Yang Amat Terpuji.-(Al-Hajj 22:24)

Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya. (A-li'Imraan 3:159)

Allah tidak suka kepada perkataan-perkataan buruk yang dikatakan dengan berterus-terang (untuk mendedahkan kejahatan orang); kecuali oleh orang yang dianiayakan. Dan (ingatlah) Allah sentiasa Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

(An-Nisaa' 4:148)

Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (Sad 46)

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Al Araf 26)

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).Ar Rahman 60

Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Muhammad 21)

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.(34) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(Fussilat 35)

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Rad 22)

Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. – (Q.S Al-Baqarah: 83)

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka merasa khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. – (Q.S An-Nisa: 9)

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat suatu perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (24) (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu atas izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. (25) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, akar-akarnya telah dicabut dari permukaan bumi, tidak dapat tetap tegak sedikit pun. (26) Allah meneguhkan (iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim. Dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (27) – (Q.S Ibrahim: 24-27)

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. – (Q.S Al-Isra: 53)

Dan adapun orang yang beriman dan beramal kebaikan, maka baginya pahala terbaik sebagai balasan. Dan akan kami sampaikan dengan mudah perintah Kami kepadanya.

– (Q.S Al-Kahfi: 88)

Pergilah engkau dan juga saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku; (42) pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena sungguh dia benar-benar telah melampaui batas; (43) maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (44) – (Q.S Thaha: 42-44)

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutera. (23) Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji. (24) – (Q.S Al-Hajj: 23-24)

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menyakitkan), mereka mengucapkan “salam,”. – (Q.S Al-Furqan: 63)

Barangsiapa menginginkan kemuliaan, maka (ketahuilah) bahwa kemuliaan itu semuanya hanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan Dia akan mengangkat amal kebajikan. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan, mereka akan memperoleh azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. – (Q.S Fathir: 10)

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan amal kebajikan dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)” (33) Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan menjadi seperti teman setia. (34) Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidak pula dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (35) Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (36) – (Q.S Fusshilat: 33-36)

(Yang lebih baik bagi mereka adalah) ketaatan (kepada Allah) dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila perintah (perang) ditetapkan (mereka tidak menyukainya). Padahal jika mereka benar-benar (beriman) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. – (Q.S Muhammad: 21)

MULIAKAN TETAMU DAN BERBAGI MAKANAN

Dan sungguh telah datang para utusan Kami (para malaikat) kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) pun menjawab, “Selamat (atas kamu).” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. – (Q.S Hud: 69)

Dan segera datang kaumnya kepadanya (Luth). Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Luth berkata, “Wahai kaumku, Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antara kamu orang yang pandai?” – (Q.S Hud: 78)

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,” Berikanlah tempat (dan layanan) yang baik kepadanya, mudah-mudahan dia membawa manfaat bagi kita atau kita angkat dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami berikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami mengajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. – (Q.S Yusuf: 21)

Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenali mereka, sedang mereka tidak lagi mengenalinya. (58) Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, “Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik? (59) – (Q.S Yusuf: 58-59)

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan penuh kegembiraan (karena kedatangan tamu itu). (67) Dia (Luth) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka jangan kamu permalukan aku, (68) Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (69) – (Q.S Al-Hijr: 67-69)

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan mendatangimu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. (27) Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah diberikan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah (sebagian lagi) untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. (28) – (Q.S Al-Hajj: 27-28)

Dan Kami jadikan unta-unta itu untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri dan kaki-kaki telah terikat. Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan kepada orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur. (36) Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (37) – (Q.S Al-Hajj: 36-37)

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (24) (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan “Salam”, Ibrahim pun menjawab, “Salam”. (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya. (25) Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian datang membawa daging anak sapi gemuk (yang dibakar), (26) lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan?” (27)

 – (Q.S Ad-Dzariyat: 24-27)

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dirinya terjaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Al-Hasyr: 9)

Dan mereka memberikan makanan kesukaannya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan surga dan (pakaian) sutera kepada mereka karena kesabarannya. (12)

– (Q.S Al-Insan: 8-12)

Sekali-kali tidak, Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, (17) dan kamu tidak saling mengajak untuk memberi makan kepada orang miskin, (18) – (Q.S Al-Fajr: 17-18)

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (12) (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), (13) atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (18) – (Q.S Al-Balad: 12-18)

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG MISKIN

Bukanlah kebajikan itu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta kesukaannya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, dan orang yang menegakkan shalat, menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janjinya apabila telah berjanji, dan orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. – (Q.S Al-Baqarah: 177)

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diberikan kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. – (Q.S Al-Baqarah: 215)

Dan apabila pada waktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari sebagian harta itu dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada mereka. – (Q.S An-Nisa: 8)

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri. – (Q.S An-Nisa: 36)

Dan ketahuilah, sesungguhnya segala harta yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikianlah) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. – (Q.S Al-Anfal: 41)

Sesungguhnya zakat itu hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang terjerat hutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. – (Q.S At-Taubah: 60)

Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. – (Q.S Al-Isra: 26)

Dan janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan bantuan kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. – (Q.S An-Nur: 22)

Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang berada dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mengharapkan keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ar-Rum: 38)

Harta rampasan (fai’) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang yang kaya saja di antara kamu. Apa yang dibawa oleh Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. – (Q.S Al-Hasyr: 7)

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (5) (yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat mengalirkannya dengan sangat lancar. (6) Mereka memenuhi nazar dan takut akan datangnya suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana. (7) Dan mereka memberikan makanan kesukaannya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap ridha Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. (9) – (Q.S Al-Insan: 5-9)

No comments:

Post a Comment

NO